Senin, 04 Juli 2016

Struktur Teks Ulasan Film "The Ron Clark's Story"

                                Ron Clark Si Pejuang Asa







   Struktur Teks
                                                                    Paragraf
Orientasi 1
1.       The Ron Clark’s Story yaitu sebuah film Hollywood produksi A Randa Haines Film tahun 2006 dengan tema Education. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa scene yang sebagian besar ber-setting di sekolah. Naskah film yang ditulis oleh Max Ensoc mampu membius jutaan mata. Adaptasi film yang secara langsung diangkat melalui penggambaran kultural remaja Amerika Serikat. Cross Culture  juga menjadi salah satu spot menarik, saat pertemuan dua kutub Negara Amerika-India yang disuguhkah lewat peran yang apik. Perbedaaan mind-set mengenai edukasi menjadi main conflict yang harus dipecahkan.
Orientasi 2
2.       Terinspirasi berdasarkan kisah nyata, cerita film dibuat lebih easy watching dengan penekanan  dramatis, melalui perwakilan Ron Clark sebagai seorang pahlawan (dalam artian lain). Tokoh Mr.Clark digambarkan sebagai guru yang gigih dan kreatif, didukung optimisme tinggi dia mampu membulatkan tekadnya dan membuktikan dia  layak untuk dedikasinya. Sementara itu tokoh lain diwakili oleh murid-murid Sekolah Dasar Inner Harlem, seperti remaja Amerika lainnya mereka dituntut untuk berpikir kritis dalam kerasnya kehidupan. Situasi yang membuat mereka menjadi anak yang sulit diatur. Shameika, salah seorang murid Sekolah Dasar dengan keterbatasannya dalam belajar dia harus berkutit dengan pekerjaaanya menjadi Baby Sitter  untuk adik-adiknya yang harus dia lakukan setiap pulang sekolah. Badriyah, murid dari India digambarkan sebagai murid yang rajin dan ber-oposisi dengan lingkungannya. Taychwan, seorang murid dengan gangguan tempramen tinggi. Adapun Julio, murid dengan kenakalan akan seringnya tidak mematuhi peraturan kelas. Konflik bisa dipicu dari faktor eksternal seperti kurangnya pemahaman dari orang tuanya akan pentingnya kesadaran pendidikan.
Tafsiran Isi 1
3.       Mengikuti suatu teori metode pendidikan Case Study yaitu suatu metode pendidikan dimana guru melakukan penelitian guna memperoleh gambaran yang rinci mengenai aspek-aspek psikologist seorang siswa atau sekelompok siswa tertentu. Mr. Clark dengan usaha yang kuat dan kreatif dia mampu menggunakan metode ini dengan cara mendekati muridnya lewat pendekatan emosional melalui penelitian yang dilakukan oleh Mr.Clark, dengan memahami karasteristik dan mind-set siswa, Mr.Clark mampu memecahkan suatu konflik dengan resolusi yang tak terbayangkan oleh murid-muridnya sebelumnya.
Tafsiran Isi 2
4.       Adapula terkandung metode Konsutifisme Pendiddikan Kooperatif yaitu suatu metode pembelajaran dengan penerapan beberapa prinsip fase, fase pertama yaitu guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Dalam awal film, digambarkan Mr. Clark menyampaikan tujuan kedatangannya dan beberapa peraturan yang dia sampaikan seperti “We Are a Family”, ” Respect each others” dimana dalam beberapa peraturan tersebut terkandung sebuah motivasi untuk muridnya agar selalu menaati peraturan kelas. Fase kedua yaitu Guru memberikan materi dengan peragaan atau teks. Dibuktikan saat Mr. Clark memberikan materi berupa nama-nama presiden Ameika Serikat dan materi tersebut dia kemas dalam sebuah lagu dengan genre hip/hop dengan harapan agar murid-murrid mudah menghafalkannya, ditunjukkan juga saat Mr.Clark menjelaskan materi tentang Gravitasi, saat itu badannya sedang sakit, suaranya pun habis ketika akhirnya dia jatuh pingsan murid-muridna pun masih mengira jika kejadian tersebut adalah sebuah peragaan . Fase ketiga yaitu Pemusatan pada siswa.Fase ini digambarkan saat Mr. Clark bekerja siang malam membuat suatu metode belajar dengan harapan supaya materi yang disampaikan bisa didengar bahkan dipahami oleh muridnya, pemusatan juga dilakukan ketika pulang sekolah, biasanya Mr.Clark memberikan bimbingan kepada muridnya yang belum paham akan materinya, beberapa hambatan pun dia terjang demi kelancaran belajar muridnya. Fase keempat yaitu pengetesan kembali akan materi yang disampaikan sebelumnya. Seperti dijelaskan tadi saat Mr. Clark berusaha memberikan materi lewat lagu, setelah Mr.Clark memperegakkan nyanyian didepan kelas, dengan memakai topi dan gaya ala Rapper, Mr. Clark meminta para muridnya untuk menirukan materi yang telah ia sampaikan. Diluar ekspetasi, para murid pun sangat antusias dengan menghafalkan materi lewat lagu tanpa teks mereka mampu mewujudkan harapan dari Clark. Dan fase yang terakhir yaitu pemberian hadiah kepada murid yang berprestasi. Saat sebagian besar murid mampu mengerjakan tes dengan nilai A, Mr.clark memberikannya beberapa permen karet kesukaan muri-muridnya. Demikian pula saat pengumuman kelulusan, Mr.Clark memberikan hadiah berupa piala kepada muridnya yang berprestasi. Seperti Badriyah dengan mendapatkan nilai Sains terbaik, Julio mendapatkan nilai Matematika tertinggi, Taychwan mendapatkan nilai seni yang sangat bagus diluar ekspetasinya, dan Shameika yang mendapatkan nilai Bahasa Inggris dan Matematika yang memuaskan. Disamping memberikan piala kepada murid yang berprestasi, Mr. Clark juga memberikan piala kepada semua muridnya. Satu aspek penting pembelajaran kooperatif ialah bahwa di samping membantu mengembangkan tingkah laku kooperatif dan hubungan yang lebih baik di antara siswa, juga membantu siswa dalam pembelajaran akademis. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan pengalaman-pengalaman belajar individual atau kompetitif.
Tafsiran Isi 3
5.        Mempunyai kesamaan dengan konsep Paradigmatis, film ini memang menceritakan tentang sebuah paradigma-paradigma yang menjangkiti masyarakat. Sebuah pikiiran-pikiran yang dikembangkan menjadi suatu budaya atau pola pikir dari suatu daerah. Dalam film “The Ron Clark’s story” digambarkan para murid Sekolah Dasar Inner Harlem dengan rendahnya kesadaran  mereka akan pendidikan, mereka menganggap bahwa pendidikan itu tidaklah penting. Berbagai upaya mereka lakukan untuk menentang para gurunya, dengan harapan mereka terbebas dari konflik itu sendiri. Dalam hal semacam ini, sikap moral yang disampaikan adalah keharusan untuk menghadapi masalah itu sendiri, bukan lari darinya.
Tafsiran Isi 4

6.       Tidak seperti film edukasi lainnya, film ini lebih ditekankan pada intensitas dari Ron Clark itu sendiri, layaknya sebuah Fagosit Mr.Clark digambarkan seperti sebuah bio sel yang berfungsi mematikan mikroorganisme asing di sekitarnya dengan cara meluluhkannya ke dalam plasma darah. Dalam tugas dan perannya sebagai seorang guru dengan tuntutan supaya dapat memperbaiki suatu konflik internal sekolah, dengan keinginan kuat dan kegigihannya dia mampu mematikan paradigma yang ada dan dengan usaha inovatifnya Mr.Clark mampu menghentakkan semangat para murid-muridnya untuk terus belajar dan bekerja keras. Beberapa hal gila dia lakukan dengan tujuan mampu mengangkat semangat para muridnya. Hambatan pun tak datang dari murid itu sendiri melainkan juga datang dari orang tua murid, Ibu Shameika tidak menyukai jika seorang guru mampu mencampuri urusan internal keluarganya, dan hal itu hampir membuat Mr.Clark dropped-out dari pekerjaannya.
Tafsiran Isi 6
7.       Layaknya drama klasik jenis Fabula Tabernasia, sebuah drama dari zaman Romawi Kuno dimana ceritanya lebih mengedepankan pada perwaatakan daripada kehidupan orang kota. The Ron Clark’s Story menawarkan sensasi yang sama, dengan latar kota New York City dengan tokoh remaja Amerika, dengan kultur dan pengaruh dari lingkungan mereka menjelma bak kurcaci bengis. Dengan khas budaya barat dengan kurangnya pelajaran moral, mereka berani menentang bahkan melawan orang yang lebih tua. Kisah lain juga ditunjukkan oleh Ibu Shameika, dengan kesibukan wanita karir modern dia tidak mampu mengurus semua anaknya. Alih-alih mencari baby-sitter dia malah mempekerjakan anaknya, Shameika untuk mengurusi tiga adiknya yang masih kecil dengan resiko dia menghambat kemajuan anaknya dalam belajar.
Tafsiran Isi 7
8.       Lebih lanjut dengan kurangnya penerapan pola familisme, yaitu pola sosial dimana anggota keluarga harus lebih memberikan prioritas kepada kepentingan keluarga daripada kepentingan pribadi. Ibu Shameika tidak memberikan ruang kepada anaknya untuk bisa bebas belajar, pengekangan dilakukan semata-mata untuk pemenuhan kebutuhan pribadinya. Sangat disayangkan, dimana Shameika dengan bakat terpendamnya dalam belajar dia belum mampu merelaisasikannnya dalam dunia nyata. Hal semcam ini mengajarkan  kepada para orangtua diluar sana untuk lebih memberikan prioritas kepada anaknya.
Tafsiran Isi 8
9.       Dalam film ‘The Ron Clark’s Story”, sikap moral yang di sarankan kepada penonton adalah bersabar  dan pantang menyerah. Dalam menjalankan dedikasinya, Mr.Clark, dituntut untuk kelapangan hatinya mendidik serta memperbaiki pola pikir yang salah tentang pendidikan yang sudah menjamur. Walaupun banyak tantangan namun dia tetap berjuang untuk harapannya.Film semacam inilah yang diharapkan dapat membat suatu perubahan, dengan sasaran para anak muda. Sebuah drama edukasi dengan tujuan membuai generasi muda dalam harapan-harapan perubahan yang terfragmetasi menjadi suatu tindakan nyata.
Tafsiran Isi 9
10.   The Ron Clark’s Story mempunyai kesamaan cerita dengan film “3 Idiots” dimana keduanya sama-sama bermakna edukasi dengan latar belakang pendidikan. Dalam “3 Idiots” murid lebih berperan sebagai main character dengan alur maju-mundur,  film produksi Bollywood ini lebih menekankan pada konflik dimana orangtua tidak  merelalisasikan keinginan anaknya, sedangkan pada “The Ron Clark’s Story”, cerita lebih ditekankan pada  guru itu sendiri dan dengan alur maju, film Hollywood dengan konflik antara murid dengan guru dengan perbedaan mind-set yang menjadi main conflict.
Tafsiran Isi10
11.   Dengan tetap mengedapankan kasualistas perfilman, film ini mudah dipahami. Dengan multi-conflict yang disajikan film ini tetap menawarkan resolusi yang bisa dibayangkan oleh penonton yang sebagian besar remaja.Bahkan dengan segala kasualitasnya, film ini memang sangat inspiring dan recommended buat anak muda yang memang sedang membutuhkan motivasi eksternal. Tak hanya kalangan muda, film ini juga cocok ditonton oleh orang orang dewasa terutama para guru dan orang tua. Dengan harapan mereka dapat ter-influence dengan ajaran moral yang disampaikaan.
Tafsiran Isi 11
12.   Dengan sasaran segala kalangan terutama anak-anak dan remaja, dalam menonton film ini memang harus ada bimbingan dari orang dewasa. Banyaknya adegan kekerasan berupa perkelahian yang dilakukan oleh anak-anak dalam film tersebut bukan tidak mungkin jika penonton dengan mayoritas anak-anak dan remaja akan meniru perbuatan tersebut. Permasalahan tak berhenti disitu, adegan kissing yang ditampilkan tidak patut untuk ditonton oleh anak-anak. Dengan pemahaman yang kurang mereka bisa menjadikan dan meniru kedua  adegan dalam film tersebut dalam dunia nyata. Naudubillahmindzalikh
Evaluasi 1
13.   Sebagai film edukasi, film ini mampu menekankan pada intensitas edukasi itu sendiri. Sebagai suatu film yang diangkat oleh kisah nyata dari Ron Clark itu sendiri film ini layaknya sebuah film dokumenter. Dengan sedikitnya setting film dalam cerita, film ini memang dibuat agar ebih mudah dipahami. Dengan berbagai konflik yang sesuai cerita, film ini memang dikedepankan pada ajaran moral yang bisa dipetik dari penyelesaian masalah, dengan berbagai metode yang ditampilkan juga bisa menjadi acuan kepada guru di seluruh dunia agar mereka tidak pantang menyerah dalam menghadapi sesuatu sesulit apapun. Penekanan dibuat lebih dramatis juga menambah kemewahan film. Namun sayang, jika dilihat dari kacamata pengamat film, film ini kurang menawarkan resolusi cerita. Dengan penyelesaian masalah yang mudah ditebak dan kurangnya penekanan pada alur cerita, film ini memang terkesan datar.
Rangkuman
14.   Dari paparan diatas, disimpulkan bahwa film “The Ron Clark’s Story” menggambarkan sebuah pembentukan konsep paradigmatis akan pikiran-pikiran yang akhirnya menjadi suatu paradigma yang berkembang pada suatu masyarakat. Suatu paradigma siswa akan pendidikan dimaknai dengan suatu hal yang tak biasa, namun hal tersebut akhirnya bisa dipecahkan bahkan dimusnahkan oleh pahlawan dengan sebuah metode pembelajaran yang efektif, beberapa metode seperti Metode Study Case atau bahkan Metode Konsutifisme Pendidikan Kooperatif dengan mengedepankan pada pemusatan siswa lewat berbagai pendekatan personal maupun emosional dengan tujuan siswa bisa belajar dari hal tersebut .Sebuah film edukasi dengan kasualistas yang sangat inspiring dan mampu membius penonton dari segala kalangan terutama para remaja dan anak-anak dengan harapan mereka mampu terfragmentasi akan visualisasi cerita.
 

oleh : Lutvia Sari