Struktur Teks
|
Paragraf
|
Orientasi
1
|
1. The Ron Clark’s Story yaitu sebuah film Hollywood produksi A
Randa Haines Film tahun 2006 dengan tema Education.
Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa scene yang sebagian besar ber-setting
di sekolah. Naskah film yang ditulis oleh Max Ensoc mampu membius jutaan
mata. Adaptasi film yang secara langsung diangkat melalui penggambaran
kultural remaja Amerika Serikat. Cross
Culture juga menjadi salah satu spot menarik, saat pertemuan dua kutub
Negara Amerika-India yang disuguhkah lewat peran yang apik. Perbedaaan mind-set
mengenai edukasi menjadi main conflict
yang harus dipecahkan.
|
Orientasi
2
|
2. Terinspirasi berdasarkan kisah nyata, cerita film dibuat lebih
easy watching dengan penekanan dramatis, melalui perwakilan Ron Clark
sebagai seorang pahlawan (dalam
artian lain). Tokoh Mr.Clark digambarkan sebagai guru yang gigih dan kreatif,
didukung optimisme tinggi dia mampu membulatkan tekadnya dan membuktikan
dia layak untuk dedikasinya. Sementara
itu tokoh lain diwakili oleh murid-murid Sekolah Dasar Inner Harlem, seperti
remaja Amerika lainnya mereka dituntut untuk berpikir kritis dalam kerasnya
kehidupan. Situasi yang membuat mereka menjadi anak yang sulit diatur.
Shameika, salah seorang murid Sekolah Dasar dengan keterbatasannya dalam
belajar dia harus berkutit dengan pekerjaaanya menjadi Baby Sitter untuk
adik-adiknya yang harus dia lakukan setiap pulang sekolah. Badriyah, murid
dari India digambarkan sebagai murid yang rajin dan ber-oposisi dengan lingkungannya.
Taychwan, seorang murid dengan gangguan tempramen tinggi. Adapun Julio, murid
dengan kenakalan akan seringnya tidak mematuhi peraturan kelas. Konflik bisa
dipicu dari faktor eksternal seperti kurangnya pemahaman dari orang tuanya
akan pentingnya kesadaran pendidikan.
|
Tafsiran
Isi 1
|
3. Mengikuti suatu teori metode pendidikan Case Study yaitu suatu
metode pendidikan dimana guru melakukan penelitian guna memperoleh gambaran
yang rinci mengenai aspek-aspek psikologist seorang siswa atau sekelompok
siswa tertentu. Mr. Clark dengan usaha yang kuat dan kreatif dia mampu
menggunakan metode ini dengan cara mendekati muridnya lewat pendekatan
emosional melalui penelitian yang dilakukan oleh Mr.Clark, dengan memahami
karasteristik dan mind-set siswa, Mr.Clark mampu memecahkan suatu
konflik dengan resolusi yang tak terbayangkan oleh murid-muridnya sebelumnya.
|
Tafsiran
Isi 2
|
4. Adapula terkandung metode Konsutifisme Pendiddikan Kooperatif
yaitu suatu metode pembelajaran dengan penerapan beberapa prinsip fase, fase
pertama yaitu guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Dalam awal film,
digambarkan Mr. Clark menyampaikan tujuan kedatangannya dan beberapa
peraturan yang dia sampaikan seperti “We Are a Family”, ” Respect
each others” dimana dalam beberapa peraturan tersebut terkandung sebuah
motivasi untuk muridnya agar selalu menaati peraturan kelas. Fase kedua yaitu
Guru memberikan materi dengan peragaan atau teks. Dibuktikan saat Mr. Clark
memberikan materi berupa nama-nama presiden Ameika Serikat dan materi
tersebut dia kemas dalam sebuah lagu dengan genre hip/hop dengan
harapan agar murid-murrid mudah menghafalkannya, ditunjukkan juga saat
Mr.Clark menjelaskan materi tentang Gravitasi, saat itu badannya sedang sakit,
suaranya pun habis ketika akhirnya dia jatuh pingsan murid-muridna pun masih
mengira jika kejadian tersebut adalah sebuah peragaan . Fase ketiga yaitu Pemusatan
pada siswa.Fase ini digambarkan saat Mr. Clark bekerja siang malam membuat
suatu metode belajar dengan harapan supaya materi yang disampaikan bisa
didengar bahkan dipahami oleh muridnya, pemusatan juga dilakukan ketika
pulang sekolah, biasanya Mr.Clark memberikan bimbingan kepada muridnya yang
belum paham akan materinya, beberapa hambatan pun dia terjang demi kelancaran
belajar muridnya. Fase keempat yaitu pengetesan kembali akan materi yang
disampaikan sebelumnya. Seperti dijelaskan tadi saat Mr. Clark berusaha
memberikan materi lewat lagu, setelah Mr.Clark memperegakkan nyanyian didepan
kelas, dengan memakai topi dan gaya ala Rapper, Mr. Clark meminta para
muridnya untuk menirukan materi yang telah ia sampaikan. Diluar ekspetasi,
para murid pun sangat antusias dengan menghafalkan materi lewat lagu tanpa
teks mereka mampu mewujudkan harapan dari Clark. Dan fase yang terakhir yaitu
pemberian hadiah kepada murid yang berprestasi. Saat sebagian besar murid
mampu mengerjakan tes dengan nilai A, Mr.clark memberikannya beberapa permen
karet kesukaan muri-muridnya. Demikian pula saat pengumuman kelulusan,
Mr.Clark memberikan hadiah berupa piala kepada muridnya yang berprestasi. Seperti
Badriyah dengan mendapatkan nilai Sains terbaik, Julio mendapatkan nilai
Matematika tertinggi, Taychwan mendapatkan nilai seni yang sangat bagus
diluar ekspetasinya, dan Shameika yang mendapatkan nilai Bahasa Inggris dan
Matematika yang memuaskan. Disamping memberikan piala kepada murid yang
berprestasi, Mr. Clark juga memberikan piala kepada semua muridnya. Satu
aspek penting pembelajaran kooperatif ialah bahwa di samping membantu
mengembangkan tingkah laku kooperatif dan hubungan yang lebih baik di antara
siswa, juga membantu siswa dalam pembelajaran akademis. Hasil-hasil
penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif lebih unggul dalam
meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan pengalaman-pengalaman belajar
individual atau kompetitif.
|
Tafsiran
Isi 3
|
5. Mempunyai kesamaan
dengan konsep Paradigmatis, film ini memang menceritakan tentang sebuah paradigma-paradigma
yang menjangkiti masyarakat. Sebuah pikiiran-pikiran yang dikembangkan
menjadi suatu budaya atau pola pikir dari suatu daerah. Dalam film “The Ron
Clark’s story” digambarkan para murid Sekolah Dasar Inner Harlem dengan
rendahnya kesadaran mereka akan
pendidikan, mereka menganggap bahwa pendidikan itu tidaklah penting. Berbagai
upaya mereka lakukan untuk menentang para gurunya, dengan harapan mereka
terbebas dari konflik itu sendiri. Dalam hal semacam ini, sikap moral yang
disampaikan adalah keharusan untuk menghadapi masalah itu sendiri, bukan lari
darinya.
|
Tafsiran
Isi 4
|
6. Tidak seperti film edukasi lainnya, film ini lebih ditekankan
pada intensitas dari Ron Clark itu sendiri, layaknya sebuah Fagosit Mr.Clark
digambarkan seperti sebuah bio sel yang berfungsi mematikan mikroorganisme
asing di sekitarnya dengan cara meluluhkannya ke dalam plasma darah. Dalam
tugas dan perannya sebagai seorang guru dengan tuntutan supaya dapat
memperbaiki suatu konflik internal sekolah, dengan keinginan kuat dan kegigihannya
dia mampu mematikan paradigma yang ada dan dengan usaha inovatifnya Mr.Clark
mampu menghentakkan semangat para murid-muridnya untuk terus belajar dan
bekerja keras. Beberapa hal gila dia lakukan dengan tujuan mampu mengangkat
semangat para muridnya. Hambatan pun tak datang dari murid itu sendiri
melainkan juga datang dari orang tua murid, Ibu Shameika tidak menyukai jika
seorang guru mampu mencampuri urusan internal keluarganya, dan hal itu hampir
membuat Mr.Clark dropped-out dari pekerjaannya.
|
Tafsiran
Isi 6
|
7. Layaknya drama klasik jenis Fabula Tabernasia, sebuah drama
dari zaman Romawi Kuno dimana ceritanya lebih mengedepankan pada perwaatakan
daripada kehidupan orang kota. The Ron Clark’s Story menawarkan sensasi yang
sama, dengan latar kota New York City dengan tokoh remaja Amerika, dengan
kultur dan pengaruh dari lingkungan mereka menjelma bak kurcaci bengis.
Dengan khas budaya barat dengan kurangnya pelajaran moral, mereka berani
menentang bahkan melawan orang yang lebih tua. Kisah lain juga ditunjukkan
oleh Ibu Shameika, dengan kesibukan wanita karir modern dia tidak mampu
mengurus semua anaknya. Alih-alih mencari baby-sitter dia malah
mempekerjakan anaknya, Shameika untuk mengurusi tiga adiknya yang masih kecil
dengan resiko dia menghambat kemajuan anaknya dalam belajar.
|
Tafsiran
Isi 7
|
8. Lebih lanjut dengan kurangnya penerapan pola familisme, yaitu
pola sosial dimana anggota keluarga harus lebih memberikan prioritas kepada
kepentingan keluarga daripada kepentingan pribadi. Ibu Shameika tidak memberikan
ruang kepada anaknya untuk bisa bebas belajar, pengekangan dilakukan
semata-mata untuk pemenuhan kebutuhan pribadinya. Sangat disayangkan, dimana
Shameika dengan bakat terpendamnya dalam belajar dia belum mampu
merelaisasikannnya dalam dunia nyata. Hal semcam ini mengajarkan kepada para orangtua diluar sana untuk
lebih memberikan prioritas kepada anaknya.
|
Tafsiran
Isi 8
|
9. Dalam film ‘The Ron Clark’s Story”, sikap moral yang di
sarankan kepada penonton adalah bersabar
dan pantang menyerah. Dalam menjalankan dedikasinya, Mr.Clark,
dituntut untuk kelapangan hatinya mendidik serta memperbaiki pola pikir yang
salah tentang pendidikan yang sudah menjamur. Walaupun banyak tantangan namun
dia tetap berjuang untuk harapannya.Film semacam inilah yang diharapkan dapat
membat suatu perubahan, dengan sasaran para anak muda. Sebuah drama edukasi
dengan tujuan membuai generasi muda dalam harapan-harapan perubahan yang
terfragmetasi menjadi suatu tindakan nyata.
|
Tafsiran
Isi 9
|
10. The Ron Clark’s Story mempunyai kesamaan cerita dengan film “3
Idiots” dimana keduanya sama-sama bermakna edukasi dengan latar belakang
pendidikan. Dalam “3 Idiots” murid lebih berperan sebagai main character dengan
alur maju-mundur, film produksi
Bollywood ini lebih menekankan pada konflik dimana orangtua tidak merelalisasikan keinginan anaknya,
sedangkan pada “The Ron Clark’s Story”, cerita lebih ditekankan pada guru itu sendiri dan dengan alur maju, film
Hollywood dengan konflik antara murid dengan guru dengan perbedaan mind-set
yang menjadi main conflict.
|
Tafsiran
Isi10
|
11. Dengan tetap mengedapankan kasualistas perfilman, film ini
mudah dipahami. Dengan multi-conflict yang disajikan film ini tetap
menawarkan resolusi yang bisa dibayangkan oleh penonton yang sebagian besar
remaja.Bahkan dengan segala kasualitasnya, film ini memang sangat inspiring
dan recommended buat anak muda yang memang sedang membutuhkan motivasi
eksternal. Tak hanya kalangan muda, film ini juga cocok ditonton oleh orang
orang dewasa terutama para guru dan orang tua. Dengan harapan mereka dapat
ter-influence dengan ajaran moral yang disampaikaan.
|
Tafsiran
Isi 11
|
12. Dengan sasaran segala kalangan terutama anak-anak dan remaja,
dalam menonton film ini memang harus ada bimbingan dari orang dewasa.
Banyaknya adegan kekerasan berupa perkelahian yang dilakukan oleh anak-anak
dalam film tersebut bukan tidak mungkin jika penonton dengan mayoritas
anak-anak dan remaja akan meniru perbuatan tersebut. Permasalahan tak
berhenti disitu, adegan kissing yang ditampilkan tidak patut untuk
ditonton oleh anak-anak. Dengan pemahaman yang kurang mereka bisa menjadikan
dan meniru kedua adegan dalam film
tersebut dalam dunia nyata. Naudubillahmindzalikh
|
Evaluasi
1
|
13. Sebagai film edukasi, film ini mampu menekankan pada
intensitas edukasi itu sendiri. Sebagai suatu film yang diangkat oleh kisah
nyata dari Ron Clark itu sendiri film ini layaknya sebuah film dokumenter.
Dengan sedikitnya setting film dalam cerita, film ini memang dibuat agar ebih
mudah dipahami. Dengan berbagai konflik yang sesuai cerita, film ini memang
dikedepankan pada ajaran moral yang bisa dipetik dari penyelesaian masalah,
dengan berbagai metode yang ditampilkan juga bisa menjadi acuan kepada guru
di seluruh dunia agar mereka tidak pantang menyerah dalam menghadapi sesuatu
sesulit apapun. Penekanan dibuat lebih dramatis juga menambah kemewahan film.
Namun sayang, jika dilihat dari kacamata pengamat film, film ini kurang
menawarkan resolusi cerita. Dengan penyelesaian masalah yang mudah ditebak dan
kurangnya penekanan pada alur cerita, film ini memang terkesan datar.
|
Rangkuman
|
14. Dari paparan diatas, disimpulkan bahwa film “The Ron Clark’s
Story” menggambarkan sebuah pembentukan konsep paradigmatis akan
pikiran-pikiran yang akhirnya menjadi suatu paradigma yang berkembang pada
suatu masyarakat. Suatu paradigma siswa akan pendidikan dimaknai dengan suatu
hal yang tak biasa, namun hal tersebut akhirnya bisa dipecahkan bahkan
dimusnahkan oleh pahlawan dengan sebuah metode pembelajaran yang efektif,
beberapa metode seperti Metode Study Case atau bahkan Metode Konsutifisme
Pendidikan Kooperatif dengan mengedepankan pada pemusatan siswa lewat
berbagai pendekatan personal maupun emosional dengan tujuan siswa bisa
belajar dari hal tersebut .Sebuah film edukasi dengan kasualistas yang sangat
inspiring dan mampu membius penonton dari segala kalangan terutama
para remaja dan anak-anak dengan harapan mereka mampu terfragmentasi akan
visualisasi cerita.
|
oleh : Lutvia Sari
